KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif atau Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan peran penting Intellectual Property, disingkat IP sebagai aset bernilai yang dapat dikembangkan dan dikomersialkan melalui kolaborasi strategis untuk menjangkau pasar global. Menurutnya, IP memiliki potensi bisnis yang tinggi dan mampu menjadi pendorong utama ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif itu ada 17 subsektor yang memberikan value and impact terhadap suatu IP. Untuk membentuk IP tentu harus ada storyline and demand,” kata Wamen Ekraf Irene dalam gelar wicara Strategies for the Protection and Settlement of Trademark and Patent Disputes in the Global Era: National and International Perspectives pada Indonesia Retail Summit & Expo 2025 di Swissotel Jakarta, PIK Avenue, Rabu (27/8/2025).
Irene mencontohkan IP animasi Jumbo yang melahirkan produk turunan berupa buku tulis hasil kolaborasi dengan Kiky Stationery. Ia menyebut sinergi ini sebagai bukti konkret kolaborasi subsektor ekraf seperti animasi dan penerbitan.
Peran IP dalam mendorong inovasi bisnis di Indonesia berarti memacu lahirnya produk dan layanan kreatif dengan nilai ekonomi tinggi. Wamen Ekraf Irene menambahkan setiap IP lokal mampu memberi identitas kuat serta pembeda bagi pelaku usaha dibanding kompetitor global.
“Fungsi dari Kementerian Ekonomi Kreatif yaitu mensosialisasikan kepada semua pelaku usaha yang ada di Indonesia untuk menggunakan IP, salah satunya sebagai bentuk strategi marketing. Hal paling penting seperti apa IP punya relevansi terhadap sebuah brand,” ujar Irene yang hadir bersama Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar (kedua dari kiri) dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Razilu (ketiga dari kiri) berbicara pada sesi gelar wicara di Indonesia Retail Summit & Expo 2025 di Swissotel Jakarta, PIK Avenue, Rabu (27/8/2025). (Foto: Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf)
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Razilu, menekankan bahwa IP adalah fondasi penting yang wajib didaftarkan untuk memberi validasi pada merek dan bisnis. Ia menyebut pendaftaran IP berdampak langsung pada keberlanjutan usaha.
“Sebenarnya ekonomi kreatif itu adalah UMKM plus kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi. Supaya kita melek terhadap pertumbuhan IP, maka kita bisa mendaftarkan IP yang dipunya untuk meningkatkan kinerja bisnis tiap perusahaan,” kata Razilu di acara yang sama.
Indonesia Retail Summit and Expo 2025 merupakan konferensi dan pameran nasional tahunan ke-4 yang berfokus pada pengembangan industri ritel dan ekosistemnya. Ajang yang berlangsung 27–28 Agustus 2025 ini mempertemukan pemimpin industri, inovator, pemerintah, dan pakar untuk mengeksplorasi inovasi serta kemitraan strategis.
Sesi diskusi ini juga menghadirkan CEO of PT Consulting Group Winston Chan dan CEO of Visinema Studios sekaligus Eksekutif Produser film Jumbo, Herry B. Salim. Diskusi dipandu oleh Vice Chairwoman of Hippindo, Fetty Kwartati. (Setyo Agung-CPNS RRI Jakarta).
source = https://rri.co.id/jakarta/bisnis/1798982/wamen-ekraf-intellectual-property-dorong-ekonomi-kreatif