KARAWANG BEKASI, DISWAY.ID – Indonesia Retail Summit & Expo atau IRSE 2026 resmi menjadi puncak rangkaian Bulan Kemerdekaan HIPPINDO. Ajang ini membawa pesan kuat bahwa industri ritel Indonesia harus bergerak cepat menghadapi perubahan teknologi dan perilaku konsumen.
Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menggelar IRSE 2026 sekaligus HARMONI Awards 2026 pada 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, peritel, pemasok, produsen, UMKM, hingga pelaku ekosistem perdagangan.
IRSE 2026 mengusung tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”. Tema ini menegaskan bahwa strategi bisnis ritel harus berangkat dari kebutuhan dan perubahan perilaku konsumen.
Konsumsi Jadi Mesin Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka secara resmi IRSE 2026 bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. Sejumlah pejabat lain turut hadir dalam agenda tersebut, termasuk perwakilan Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Airlangga menilai konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu motor utama perekonomian Indonesia. Pada triwulan II, konsumsi tumbuh 5,6% dan menyumbang 53,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Indeks Keyakinan Konsumen juga masih berada di atas level 100. Sementara itu, ekonomi Indonesia pada semester I tumbuh 5,45%, yang menjadi salah satu capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
“Kami berterima kasih kepada para peritel Indonesia yang terus menjadi bagian penting dalam menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, pelaku ritel harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pengelolaan stok, penguatan merek, serta pengembangan pengusaha nasional juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
HIPPINDO sendiri memiliki sekitar 800 merek dalam ekosistemnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 merek merupakan merek nasional yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
AI Mulai Mengubah Bisnis Ritel
Perubahan teknologi menjadi salah satu fokus utama IRSE 2026. HIPPINDO mempertemukan pelaku industri untuk mempelajari perkembangan artificial intelligence (AI), algoritma, digitalisasi, serta inovasi dalam aktivitas penjualan.
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi di kanal digital. Peritel juga harus mengembangkan pengalaman belanja di toko fisik agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Ketua Umum HIPPINDO sekaligus Ketua Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA), Budihardjo Iduansjah, mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat industri ritel tidak boleh berhenti beradaptasi.
“Bagi HIPPINDO, ritel modern bukan sekadar bentuk toko, tetapi kemampuan untuk terus berubah dan beradaptasi,” ujar Budihardjo.
Ia menilai perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Karena itu, peritel harus mengikuti perubahan cara konsumen mencari, memilih, dan membeli produk.
HIPPINDO juga mendorong kolaborasi antara pusat perbelanjaan, pemasok, produsen, UMKM, dan pelaku usaha lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang baru ketika kondisi penjualan semakin menantang.
Ritel Dibidik Jadi Mesin Shopping Tourism
Sektor ritel juga memiliki peluang besar untuk mendukung pariwisata Indonesia. HIPPINDO melihat belanja sebagai salah satu daya tarik yang bisa memperkuat sebuah destinasi wisata.
Ketua Pelaksana IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal HIPPINDO, Haryanto Pratantara, mengatakan destinasi wisata yang kuat memiliki tiga daya tarik utama. Ketiganya yakni objek wisata, kuliner, dan belanja.
“Tantangan kita sekarang adalah menjadikan Indonesia juga sebagai destinasi belanja, dengan harga yang kompetitif, pilihan produk yang lengkap, dan barang yang selalu relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Haryanto.
Menurutnya, Indonesia sudah memiliki kekuatan besar dalam sektor wisata dan kuliner. Karena itu, industri perdagangan perlu memperkuat aspek belanja agar potensi shopping tourism semakin besar.
Pemerintah juga mendorong ketersediaan barang sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan aktivitas belanja di dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsumsi domestik.
Kompetensi Jadi Investasi yang Tak Boleh Dipangkas
Haryanto menilai efisiensi menjadi perhatian banyak perusahaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, menurutnya, ada satu jenis investasi yang tidak boleh dikurangi, yakni investasi terhadap kompetensi.
IRSE 2026 menjadi salah satu ruang untuk meningkatkan kemampuan pelaku industri. Peserta dapat memperluas wawasan, membangun jaringan, serta menemukan gagasan baru untuk mengembangkan bisnis.
“Pada akhirnya, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi yang akan menentukan apakah sebuah bisnis mampu bertahan dan berkembang,” kata Haryanto.
Pesan tersebut menjadi semakin penting karena persaingan ritel tidak lagi hanya terjadi antartoko. Peritel juga berhadapan dengan perubahan teknologi dan pergeseran preferensi konsumen yang berlangsung cepat.
HARMONI Awards 2026 Beri Penghargaan
Dalam rangkaian pembukaan IRSE 2026, HIPPINDO juga menyerahkan HARMONI Awards 2026. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan, merek, dan tokoh yang dinilai memiliki pencapaian, inovasi, serta kontribusi terhadap industri ritel Indonesia.
Ketua Pelaksana HARMONI Awards 2026, Fetty Kwartati, mengatakan proses penghargaan mendapat dukungan PwC sebagai Official Partner. Penilaian melibatkan sejumlah dewan juri dari pemerintah, PwC, dan HIPPINDO.
Sejumlah penghargaan diberikan dalam berbagai kategori. Untuk kategori SMEs Retail of The Year 2026, penghargaan jatuh kepada PT Alleira Batik Indonesia melalui Alleira Batik.
Sementara itu, Rookie Retail of The Year 2026 diberikan kepada PT Alia Kreasi Mandiri Internasional melalui Buttonscarves. Fashion Retail of The Year 2026 diraih PT Buccheri Indonesia melalui Buccheri.
Di sektor makanan dan minuman, Kopi Kenangan meraih Food & Beverages Quick Service Restaurant of The Year 2026. Imperial Kitchen & Dimsum meraih kategori Food & Beverages Restaurant of The Year 2026.
Untuk kategori Health & Beauty Retail of The Year 2026, penghargaan diberikan kepada Guardian. Lawson meraih Convenience Store Retail of The Year 2026.
AEON meraih Hyper/Super Market Retail of The Year 2026. Sementara KiddyCuts meraih Specialty Store Retail of The Year 2026.
Di kategori elektronik, Erablue Electronics meraih Electronic Retail of The Year 2026. AZKO meraih Big Store Retail of The Year 2026.
Watson meraih Best AI Usecase Retail of The Year 2026. Pepper Lunch meraih Best Social Commerce Retail of The Year 2026.
Kopi Kenangan kembali memperoleh penghargaan sebagai Best of The Best Retail by PwC. Sementara Optik Melawai meraih Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 untuk kategori Brand.
Untuk kategori Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 kategori Figure, penghargaan diberikan kepada Hendra Arifin dan diterima oleh Paulus Arifin.
Kopi Kenangan Dapat Kesempatan ke NRF APAC 2027
Pemenang Best of the Best HARMONI Awards 2026 juga mendapatkan kesempatan eksklusif menghadiri NRF APAC 2027 Expo & Conference di Singapura.
Fasilitas tersebut mencakup complimentary full conference pass, tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, serta akomodasi hotel selama tiga malam.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi. HIPPINDO berharap HARMONI Awards mampu mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan, melakukan inovasi, dan memperkuat kontribusinya terhadap perdagangan nasional.
BINA dan HARMONI Jadi Rangkaian Bulan Kemerdekaan
IRSE 2026 menjadi penutup rangkaian Bulan Kemerdekaan HIPPINDO 2026. Sebelumnya, HIPPINDO mengawali rangkaian tersebut melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) August.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan peringatan Hari Retail Modern Indonesia atau HARMONI. Seluruh kegiatan tersebut mengarah pada satu tujuan, yakni memperkuat perdagangan domestik dan ekosistem ritel nasional.
HIPPINDO berharap sinergi pemerintah, dunia usaha, peritel nasional dan daerah, UMKM, serta pemangku kepentingan terus berkembang. Kolaborasi itu dinilai penting agar industri perdagangan mampu menghadapi perubahan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”, IRSE 2026 membawa pesan bahwa masa depan ritel akan semakin ditentukan konsumen.
Teknologi, AI, digitalisasi, efisiensi, kompetensi, dan pengalaman pelanggan kini menjadi bagian dari persaingan. Peritel yang mampu membaca perubahan dan bergerak lebih cepat berpeluang lebih kuat menghadapi tantangan penjualan ke depan. (*)
source: https://karawangbekasi.disway.id/bisnis/read/53890/irse-2026-ritel-ri-siap-hadapi-gempuran-ai-dan-perubahan-konsumen/30